Showing posts with label ukhtikunna fillah. Show all posts
Showing posts with label ukhtikunna fillah. Show all posts

Saturday, June 29, 2013

#31 : Kau wanita

Au Nom d'Allah Clément et Miséricordieux,

Keanggunan yang terpancar darimu muslimah
Ketegasan jiwamu bak perisai nan indah
Kau hadirkan pesona malu berbalut taqwa
Laksana syurga di dunia

Keteguhan hatimu oh wanita muslimah
Ketangguhan dirimu yang terbingkai solehah
Perhiasan dunia tunduk pada Yang Kuasa
Sejukmu menetramkan jiwa

Engkau wanita syurga bidadari dunia
Kehormatan kau jaga dengan penuh cinta
Engkau wanita syurga bak permata berharga 
Berbinar indah dalam kesucian jiwa


"walibasut taqwa dzalikal khoyr"

Wednesday, May 29, 2013

#30 : Al-Wakeel

Au Nom d'Allah Clément et Miséricordieux,

Kasihan apabila manusia menyangka tawakal tertinggi itu dalam urusan duniawi. Tidak! tawakal yang tertinggi itu adalah dalam berdakwah kepada Allah. Alangkah naif, orang yang tidak merasakan kelazatan dakwah dijalan Allah, tapi ia mengerti nilai tawakal. Tawakal yang paling indah adalah tawakal para dai'e pada Allah. 

Kenapa? Kerana ketika bertawakal, mereka merasakan kecintaan Allah swt. Yang bertawakal dalam urusan rezeki, isteri dan problematika dunia, itu sebuah kebaikan. Tapi ia belum mengerti hakikat tawakal.

Terkadang begitu cintanya Allah pada kita, Dia mengambil semua 'sebab' yang kita terbiasa dengannya. Seperti mereka yang dekat dihati, atau bahkan sesuatu yang kita cintai. Ada yang meninggalkan tugas dan pekerjaan yang selama ini dilalui bersama, atau bahkan meninggalkan dunia. Dengan semua itu, seolah Allah ingin mengatakan kepada kita, 

"Wahai hamba-Ku, Aku ingin engkau datang dan berlindung hanya kepada-Ku"

Saudaraku tercinta, makna ini indah sekali. Ketika kita tertimpa musibah, kita sangat jauh dari Allah, sehingga kita layak mengatakan, 

"Ya Tuhanku, Kau telah memotong semua jalanku, kerana Engkau ingin aku kembali pada-Mu"

Khadijah dan Abu Talib diwafatkan, agar Nabi Muhammad saw semakin tergantung pada Allah swt. 
"Kau wahai Muhammad, hanya bisa kembali kepada-Ku, kerana Aku telah mengambil semua sebab (kemenangan) bagimu.

Ketika semua jalan kemenangan telah tertutup, janganlah bersedih. Ketahuilah bahawa Allah menginginkan kita kembali pada-Nya hingga kita mengetahui Dia itu al-Wakeel.

Mendudukkan 'perencanaan' dan 'tawakal'

Maka dari itu, tanda kita bertawakal ialah kita menenangkan jiwa kita dari kesedihan setelah rencana matang. Jika kita merencanakan masa depan kita, maka itu tidak bertentangan dengan tawakal. Perencanaan itu bahkan merupakan puncak tawakal. Nabi Muhammad saw membuat rencana, Nabi Yusuf as juga membuat rencana untuk lima belas tahun, agar Mesir terkeluar dari krisis ekonomi yang melanda.

Inilah dia merencanakan sesuatu yang tidak bertentangan dengan tawakal. Yang bertentangan ialah, setelah kita membuat rencana, kita justru tetap sedih. Ibnu Atha'illah berkata,

"Tenangkan dirimu dari kesedihan setelah merancang rencana."

Tenangkan diri kita setelah membuat prencanaan. "Maka apa yang telah Allah jamin untukmu, jangan lagi kamu menyibukkan dirimu dengannya". Bukankah ini benar?

Mengapa kita menyibukkan diri dari apa yang Allah jamin? Allah telah menjamin akan memperbaiki keadaan kita, ketika kita tawakal pada-Nya. Tunjukkan tawakal anda, dan lihatlah apa yang Allah akan lakukan dengan anda.

Allah berfirman,

"Dan dilangit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan"
Adz-Dzariyaat (51:22-23)   

Hati Sebening Mata Air - Amr Khalid

Friday, January 11, 2013

#25 : They (that i love)

Au Nom d'Allah Clément et Miséricordieux,

Tahun Baru. Resolusi Baru. Berita Baru.

Bukan pertama kali. Perkara yang menimpa kita, akhirnya akan menimpa jua mereka sekeliling kita. Ibrah mungkin, peristiwa kita untuk orang lain.

Atau mungkin, itu satu cara Allah untuk memudahkan kita bercerita tentang isi dan pengalaman. Tarbiyah dan kegelapan. Bukankah sering dititipkan doa dihilangkan kekakuan lidah ketika berhadapan dengan insan lain?

Been there, done that. Easy to say than done. Put yourself in someone's shoes.

Bila kita mentarbiyah manusia, apa yang dicitakan ialah, mereka mampu menjadi insan yang lebih baik dari diri kita. Mereka mampu, suatu hari nanti menjadi murabbi kita, bahkan ketika itu, kitalah mutarabbi mereka, dengan penuh perasaan lapang dada dan beriman.

Semasa proses pentarbiyahan, boleh berlaku juga mereka jatuh atau ditimpa ujian semacam kita, namun lebih dahsyat impaknya. Yes, another been there, done that type, but in another version. Bila difikirkan kembali, Allah seolah-olah mahu kita melihat kesusahan ataupun kegagalan itu dari dua sisi.

Sisi pertama, ketika kita sendiri yang menerimanya, merasainya. Sebagai perasa dan penterjemah.

Sisi kedua, ketika kita mendengarnya, merasainya dari mulut insan tersayang. Sebagai pemerhati dan pendengar. Sebagai seorang ibu atau kakak yang memahami apa rasanya jatuh terhenyak sebegitu. Kerana kita sendiri telah merasainya.

Ketika itu, kata-kata seolah tak perlu dituturkan, kerana lidah perit menahan jerih. Mata perih menahan tangis. Pelukan. Ya. Hanya satu pelukan yang kuat dan padu, inshaAllah cukup untuk menghantar getar rasa : been there, done that. Cukup untuk mengakui bahawa, hati disini sedang memahami hati disana.

Kekuatan milik Allah. Kelemahan juga milik Allah, yang akan diambilNya pergi, sekadar untuk mencoret rasa zuhud, tawadhuk dan taqwa dalam diri, kerana kita tahu : Walibasut taqwa, dzalikal khayr

Bergembiralah dengan kelemahan sementara itu, kerana Dia sedang memerhati. Menguji hanya hambaNya yang terpilih. Allahul musta'aan. Mudah dituturkan, namun besar pengertiannya. Mendasar maksudnya.

p/s : to "They! That i love" - Allahul musta'aan. Allahul musta'aan. Allahul musta'aan.

Wednesday, November 28, 2012

#21 : Enteng


Au nom d’Allah Clément et Miséricordieux,

Dijalan dakwah kita mengenal lelah dan perih derita. Dijalan dakwah juga kita mengenal bunga-bunga harapan dan buah berbaik sangka. Jalan dakwah yang mengajarkan segala-galanya, yang tak bisa didapati jika hanya memilih untuk melalui jalan biasa para pejalan seperti lainnya.

Jalan dakwah mengajar untuk memiliki pelbagai jenis dan tahapan isti’ab. Usai memiliki isti’ab-isti’ab itu, iman mengajar untuk terus tunduk, merendah diri dan bahagia dengan segala apa yang diberikan, dihadapkan oleh Allah. Qana’aah dengan penuh cinta syukur.

Tidak pernah, Islam mengajar kita untuk memandang rendah, apatah lagi dengan pandangan yang enteng terhadap mereka yang belum memiliki penguasaan yang kita harapkan.

Dalam jalan cinta para pejuang,

Kesilapan, kelemahan dan lubang ‘hitam’ yang ditimbulkan oleh ikhwah akhawat lain bukanlah untuk dikondem, bukan pula untuk dikutuk dikeji sepenuh rasa jelek. Seolah kitalah yang terbaik. Kitalah yang termulia. Cara kitalah yang terbetul dan terkedepan.

Dakwah ini adalah dakwah kasih sayang. Penuh dengan rasa cinta dan kelembutan. Haruslah kebencian meluap, berburuk sangka, kekasaran nada serta sinis sindiran yang tak berpenghujung itu tiada dalam kamus hidup seorang Murabbi/Murabbiyah!

Dimana ada kecacatan, disitulah kita sebagai pembimbing, pembantu dan penggerak untuk mengerahkan dan memperbetul bersama-sama. Penuh kejujuran dan kelembutan. Pengalaman untuk dikongsi dan diambil iktibarnya bersama.

Bukankah manusia itu bisa belajar dari kesilapan?

Ahh.. mungkin terlalu sibuk kita ini hingga alpa pada mereka yang baru mahu mula merangkak dan bertatih, sedangkan kita dahulu juga begitu.

Tinggi sungguhkah jangkauan langkah kita sehinggakan kesilapan dan kealpaan kecil dipandang begitu pelik dan ‘grave’?  Susahkah untuk kita meletakkan diri ditempat mereka, kerana kita sudah terlalu jauh meninggalkan mereka dalam gerabak dakwah ini?

“Angguk-angguk geleng-geleng” 

#20 : Rindu dia


Au nom d’Allah Clément et Miséricordieux,

Lumrah manusia sifatnya tak kekal. Dia datang dan pergi. Namun, ada sesuatu pada manusia yang sentiasa ada, dan akan tetap ada.
Kenangan akhlaknya.

Pemergiannya sudah dijangka. Lama dulu. Cuma yang tak tersangka adalah rasa kehilangan yang begitu menggigit hati dan rasa. Rindu..rindu..rindu.. =’I

Ada sesuatu yang sangat dikagumi padanya. Sesuatu yang sungguh indah.
Istiqamahnya dalam bertahajud. Istimrarnya dalam menjaga qiamulail.

Bukang calang-calang orang dengan sifat sebegini. Yakin, inilah asbab kekuatannya dalam jalan dakwah.

Sifat yang tersemat dalam ingatan. Tersimpan kukuh dalam rasa hati. Sifat yang menimbulkan rasa hormat, rasa cemburu.

Semoga diri ini juga mampu bersifat dengan sifat itu. Bukan semata untuk memberi kekuatan dalam bergerak, terpenting, jalan paling mudah menggapai cinta dan redhaNya.

Ya Allah..sampaikan salam rindu ini pada ukhti itu. Sampaikan gelora rasa ini pada dia. Semoga dia juga mengingati kami dalam doa rabithahnya.

-saya rindu dia, lillahi ta’ala-

Monday, November 12, 2012

#18 : Mind Rant

Au Nom d'Allah Clément et Miséricordieux,

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah.. =')

Saat-saat genting, 
Timbunan hal ijazah yang menuntut bukan sedikit perhatian, pengorbanan 
Longgokan hal risalah yang menjerit meronta-ronta mahu dilihat, diberi perhatian
Nikmat sihat yang melompat naik turun, bermain & mengacah

Kejang, kaku, penat
Tak tahu mana harus dipilih
Betullah..
Setiap dugaan dan rintangan itu unik
Tersendiri untuk setiap batang tubuh manusia

Air mata pertama untuk minggu ini mungkin?
Atau mungkin yang pertama untuk separuh bulan ini?
Kering sungguh.. Picisan

Ukhuwwah itu haybat!
Menyentuh, menggetar
Hati dan jasad yang terkapai-kapai, terawang-awang

Hanya air mata bisa mengalirkan air mata yang lain
Ahhhhh....
Sayang timbul walau baru pertama kali jumpa
Pertama kali bicara
Pertama kali mendengar
MashaAllah..Subhanallah

Sungguh, betul tiada apa yang digerakkan utk menjayakan
Namun, Allah beri sebaliknya
Muwajjih haybat itu =')

"Kenapa kami kak? Kenapa kami yang akak pilih untuk hadir? Bukan ke akak lebih layak pilih dan pergi ke kakak-kakak kami?"

"Akak yakin 103% Saudah lebih memerlukan akak, berbanding kakak-kakak antunna!"

Hati mana yang tak terusik.
Hati siapa yang tak luluh 
Sekali lagi
Tiada apa usaha untuk menggerak kan!
Hanya harapan dan doa 
Itupun boleh dikira
Titipan buat Dia
Meminta diberi yang terbaik

Bukan untuk Saudah
Tapi untuk hati ini sebenarnya
Terdampar kekeringan, galau!
Mahukan yang baru
Disaat luka lama seolah mahu terkoyak

Lantas kuncup, terubat.
Terima kasih Allah.
Terima kasih.

Tidak perlukan sesiapa,
Cukup hanya Allah.
Luka dari Allah
Dari Allah juga penyembuhnya
Kejap dakapan pelukan cendekiawan

Benar!
Fi amanillah kak Mumtaz =')

Tuesday, October 30, 2012

#17 : Rintik-Rintik Mahabbah

Au Nom d'Allah Clément et Miséricordieux,

Angin musim luruh menderu ganas. Menerobos segenap ruang dan celah para tingkap. Menghantar bunyi yang menggerunkan hati. Berseorangan ditemani buku-buku. Penat mentelaah. Lantas muka dihadapkan ke tingkap.


Terbentang pemandangan saujana. Bukit-bukau selatan hasil lipatan bumi atas suruhan Yang Maha Pencipta. Dikelilingi laut yang mendamaikan.. ahh, betapa akurnya mereka! Tetap disitu, walau jelas kelihatan sisi perutnya robek, hasil tangan manusia.

Deruan angin semakin menggila. Kelihatan si camar putih sedang terkial-kial cuba terbang mencari daratan. Sekejap tinggi, sekejap rendah, terhuyung-hayang melawan deras arus angin yang seolah tiada belas kasihan. Lantas kepaknya dibiarkan terbuka. Melayang mengikut arah angin. Sekejap keatas, sekejap kebawah. 

Begitulah agaknya ujian dalam tarbiyah. Nafsu dan iman akan sentiasa mempunyai arah yang berlawanan. Entgegen. à l'opposé. Mana mungkin mereka bergerak seiringan. Perlawanan dua entiti yang membuatkan kita terhuyung-hayang. Sekejap diatas, sekejap dibawah. Apatah lagi dengan arus deras yang membawa kita memilih antara dua sisi.

Ahh..jangan disalahkan angin pula. Bukankah bersama angin deras itu ada rintik-rintik hujan? Walau sedikit, tetapi cukup untuk membasahkan. Hatta memberikan sedikit kesegaran pada tubuh yang letih lesu akibat pertarungan itu. Sibghatullah. 

Dalam keperitan dan kesusahan, ada pengajaran dan hikmahnya. Membasahkan hati yang mungkin selama ini kering. Diuji pada titik kelemahan berulang-ulang kali sehingga diri lepas dalam ujian tersebut. Sehingga antara basahnya tangisan dan basahnya rintik-rintik hujan menjadi sukar untuk dibezakan. 

Betapa hebat alam mengajar. Merenung kebesaran Ilahi. Cukup dengan mendongakkan kepala, memandang langit. Kesungguhan si camar yang dilihat. Lihat kebawah pula, ketabahan si kecil semut yang menjelma. 

Mahabbah ilallah dimana-mana. Sentiasa mengisi ruang lompong hati dan menjahit luka-luka tarbiyah. Menyirnakan parut-parut jahiliyah. Terima kasih si camar putih.

The key to returning back to Allah is the Heart, and "the heart is like a bird: LOVE as its head and its two wings are HOPE and FEAR." 
-Ibn Al Qayyim-

"Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya diatas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu"
al - Mulk [67:19]

Saturday, October 13, 2012

#16 : Adik

Au Nom d'Allah Clement et Misericordieux,

Dah lama tak berDBL..


"Akak, orang baru tau mak orang ada breast cancer masa cuti summer haritu.Semua family members dah tau. Orang jek tak tau lagi. Itupun orang tau sebab orang mengamuk kat kakak orang sampai baling2 barang. Patutlah mak orang tetiba jek kurus n pucat masa orang baru balik summer ritu. Pastu dia kerap jek  pegi hospital pagi2"

"Mak orang tak tau lagi yang orang dah tau pasal sakit dia. Orang pun tak sampai hati nak bitau dia. Biarlah, tunggu sampai dia rasa dah ready nak btau orang sendiri. Sekarang orang ok jek teman dia kat rumah, pergi jalan2, shopping smua. Sebab tu orang tak dapat join sangat aktiviti summer & uskab haritu"

Mata dia bergenang. Hidung & muka merah. Adik ni menangis! Menangis menceritakan kisah kanser maknya. Pelik, tapi benar. Adik yang paling ganas, otai dan err..keras menangis. 

Adik yang pernah tolak ajakan untuk berusrah. Adik yang pernah cuba nak lari dari disentuh. Adik yang sgt havoc & penuh dengan gegak gempita..hehe =)

Tapi itu dulu. Kuasa Allah, hanya dengan berita2 Syria yang sering terpampang, MnM2012, adik merefleks & mengoreksi diri. Sejauh mana sumbangan adik dalam perjuangan Islam. Adik mula mendekati akak, dan adik2 akak yang lain. Seronoknya rasa masa tu ^_^

Adik ajak akak teman adik study dekat library. Akak ikut. Balik dari library, adik tanya akak :

"Akak, orang dah lama nak cakap benda ni dekat akak. Tapi orang segan...Orang sebenarnya dah lama nak usrah!" 

Terkesima. Saling berpeluk. Dada bertemu dada, hati bertemu hati. Dengan rasminya adik join usrah akak. Kita sama-sama bahagia.

Adik lambat. Adik banyak tertinggal bahan, tak macam kawan2 seangkatan lain. Akak tahu adik boleh pergi laju, berada seangkatan dengan mereka. Tapi akak akur pada syura. Akak terpaksa lepaskan adik dengan kakak lain =')

2 bulan terpisah. "Akak, mak orang ada kanser tahap 1" Mata adik terus bergenang dan adik menangis. Akak pun menangis sama dalam hati (dalam train pun akak sambung nangis..cengeng sungguh..huhu). Adik tabah. Adik kuat. Adik mula jaga pemakanan adik sebab nak biasakan diri dengan pola pemakanan mak adik yang terhad. Adik nak balik rumah december ni, takut tak sempat jumpa mak lagi summer depan. 

Tapi akak nak juga adik sama meraikan rdh12. Tahun lepas adik lari ke UK. Tapi akak faham, aula' adik dengan mak adik. Adik takut tak sempat. Adik risau akan rasa rindu tak berpenghujung. Letak akak ditempat adik. Akak akan buat perkara yang sama macam adik tanpa fikir 2kali.

Bukan akak tak tahu, bilik adik penuh dengan buku2 agama, fekah & seerah sebab mak adik poskan. Akak yakin, mak adik juga mahu lihat perubahan adik...dan Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah..adik berjaya. Adik laju. Adik cepat. lihat penampilan adik, lihat bahasa adik, lihat post2 adik di fb..Akak hanya mampu ucap Alhamdulillah atas setiap pembaikan adik. Apatah lagi atas usaha2 mak adik sendiri. Allah Maha Tahu betapa besarnya jasa mak adik terhadap adik, anaknya sendiri.

Adik, akak tau akak kena kuat & tabah. Sebab adik juga perlukannya. Akak perlu berikan sokongan dan tak boleh lembik2 lagi, sebab adik lebih lagi memerlukannya. Akak yang banyak belajar dari adik sebenarnya. Akak sedih tengok adik menangis. Adik kena kuat, mak adik sangat perlukan kekuatan itu. Semoga Allah membantu akak, adik, mak adik & semua umat Islam lain untuk terus tabah menghitung masa untuk bertemu cinta teragung.

Akak sayang adik, lillahi ta'ala, biidznillah inshaAllah  =')

Sunday, June 3, 2012

#4 : Pengorbanan yang indah


Au nom d’Allah Clément et Miséricordieux

Cinta menghasilkan momentum. Momentum menghasilkan daya yang akhirnya bisa menggerakkan anggota tubuh untuk terus mara berjuang, demi mendapatkan redhaNya.

Sedangkan pengorbanan itu adalah suatu derita. Siapa berani mengakui pengorbanan itu sentiasa indah dibayangi pelukan kasih sayang serta ucapan penghargaan ? pengorbanan menuntut segala-galanya, tout et tous.

Kalau bukan kerana tarbiyah sibghatullah, mungkin ada hati-hati yang terbujur kaku, terevaporasi seiring keperitan kesan pengorbanan yang dilalui. Na’udzubillahi  min zalik.

Alhamdulillah, tarbiyah kita mengajarkan erti cinta. Segalanya dilakukan atas nama cinta. Cinta kepada Sang Agung pemilik segala cinta. Mahabbah dan muraqabatullah. Dua rasa yang tak pernah lesu dalam mengisi ruang hati para dai’eyah yang cintakan keamanan, dahagakan maradhotillah serta ganjaran syurga tertinggi.

Kerana cinta, kita berpegang pada kata-kata :  “Infiruu khifafan wa tsiqolan” (9:41)

Juga : "wa aqrodhullah ha qordhon hasanan" (57:18)

Lantas, pengorbanan tidak lagi dirasakan perit. Kerana ia adalah manifestasi perbuatan yang dilakukan atas nama satu cinta. Cinta kepada Allah.

Ukhtikunna fillah, setiap kali dadamu sesak dengan pahitnya pengorbanan yang harus dilakukan, tataplah wajah akhawatmu yang lain. Semak kisahnya, mungkin dirinya lebih terluka dalam mengharungi kepahitan hidup. Bahkan boleh jadi, pengorbanannya lebih besar dari apa yang dilihat dengan pandangan mata manusiawi  kita yang majazi.

Bisiklah kehatimu, "aku sayangkanmu ukhtiku. Ikatan ukhuwwah yang bersimpul padu ini takkan goyah walau sepicing atas pengorbanan yang harus dilakukan. Inilah hadiahku buatmu". Tataplah matanya dengan penuh mesra, dengarkanlah tutur bicaranya dengan sabar dan hati yang penuh lapang. Teruslah setia menemaninya disisimu, moga suatu hari nanti, kebahagian yang diimpi dikecapi bersama.

"Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah redha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung"
(59:22)





Friday, June 1, 2012

#1 : ukhti fillah

Bismillahirrahmanirrahim,

di satu lepas maghrib aku rindu
pada ukhti terkasihku
kukirim pesan padanya
"ukhti, adakah tersisa kata untukku hari ini?"

dia menjawab, "doakan aku ukhti..."
kujawab, "selalu ukhti, insyaAllah. adakah kau pon mendoakan aku?"
"insyaAllah", jawabnya lagi.

aku tersedar telah melupakan sesuatu
lalu bertanya lagi
"adakah permintaan khas,
yang kau ingin aku memohonkannya pada Allah untukmu?"
agak lama dia menjawab persoalan kukali ini.

lalu setelah isya' tertunaikan...
"lembutkan hatiku. ampuni dosaku. perbaiki amalku.
aku merasa hati ini keras. keras sekali."

malam kian larut
menjelang istirehatku
aku mengatakan sesuatu
yang lebih tepat ditelujukan pada diri ku.

"ketika Sa'd ibn Abi Waqas minta didoakan agar doanya mustajab,
Rasulullah bersabda kepadanya, 'bantulah aku hai Sa'd,
dengan memperbaiki makananmu' "

"ketika seorang sahabat lain minta didoakan agar boleh
bersama sang nabi di syurga, baginda bersabda padanya,
'bantulah aku dengan memperbanyak sujud' "

"ukhti sayang, doa aku jauh sekali kualitinya daripada doa sang nabi.
baginda sendiri meminta para sahabat yang didoakan membantu doanya dengan ikhtiar mereka, maka
harapan aku agar ikhtiar kau berlipat-lipat ukhti..."
"betul kan ukhti?"

dengan gerimis, lalu kuhayati firman Allah yang kusampaikan padanya
"beramallah berikhtiarlah, maka allah, rasul dan orang beriman
akan melihat amal kalian"
"teriring doa aku selalu, semangat ukhti!"

diedit khas buat ukhti tersayang dari KERINDUAN oleh Salim A.Fillah



===================
post pertama blog ini dimulakan dengan hadiah puisi yang diberi oleh seorang ukhtiku, murabbiku, teman rapatku.

benar. jauh, tapi saling merasa, saling mendengar. kerana Allah itu ada dan Dia Maha Menyampaikan. setiap rasa pada setiap detik. jazakillahu khoiyran khateera ya ukhti. mungkin kau tidak mengetahui, betapa besarnya nilai puisimu ini kepadaku, disaat diri ini benar-benar memerlukan kata-kata yang boleh memeluk diri dan menghangatkan hati yang kian suram.

semoga dirimu jua senantiasa dilindungi Allah yang maha Esa. setiap saat dalam desah nafasmu, ukhti fillah.

wallahu'alam